top of page

Aerial PhotoGrammetry Mapping for Energy Survey

  • May 18, 2017
  • 2 min read

Potensi sumber energi terbarukan di Indonesia khususnya yang bersumber dari tenaga air saat ini berdasar info yang kami peroleh baru digunakan sebesar 4,2 GW (5,55%) dari seluruh potensi tenaga air yang ada (75,67 GW). Sebagian besar pasokan listrik di Indonesia bersumber dari energi fosil atau energi yang tidak terbarukan. Hal tersebut mendorong perlunya optimalisasi pemanfaatan potensi listrik dengan sumber energi dari tenaga Air (selain panas bumi, angin, ataupun biofuel).


PLTMH (pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) sebagai salah satu sistem pembangkit yang memanfaatkan tenaga air diklasifikasikan untuk menghasilkan energi listrik hingga 200 kW. Dimana dengan perhitungan sederhana dan asumsi daya kebutuhan rumah tangga sebesar 450 watt, maka satu sistem PLTMH mampu memberi pasokan listrik pada kurang lebih 440 rumah tangga, atau sekitar satu perkampungan.


Dalam proses perencanaan dan pembangunan sistem PLTMH membutuhkan data ukuran lapangan untuk menghitung nilai daya terbangkit. Daya terbangkit merupakan hasil perhitungan perkalian dari beberapa parameter. Parameter ukuran yang diperlukan dalam proses perhitungan tersebut adalah Efisiensi Total sistem, Berat Volume air, gravitasi, debit air, dan tinggi jatuh air efektif. Untuk memperoleh nilai tersebut dibutuhkan data-data penunjang adalah Data Topografi, Data luas DAS, Data curah hujan 10 tahun terakhir, Data klimatologi selama 10 tahun terakhir, Data Debit air rata-rata selama minimum 1 tahun, Data kemiringan dan beda elevasi aliran air


Sebagai penyedia jasa survey dan pemetaan, Blakasutha mampu mensupport proses pembangunan PLTMH. Support yang dilakukan berupa peyediaan data ukuran kenampakan muka bumi yang akurat dengan proses yang cepat dan lengkap. Data topografi mampu disajikan dalam bentuk kontur hingga akurasi data kontur dengan interval 0,5 meter. Data kemiringan Lahan terkait tinggi jatuh air dapat diukur pada data output secara digital.


UAV/Drone Mapping mampu menyajikan data topografi, kemiringan, detil tutupan lahan, penggunaan lahan dan analisis DAS. Dalam sekali misi, akuisisi data survey yang terukur mencapai 200 hingga 500 hektar dengan hasil data yang lengkap dan cepat. Melalui hasil olah data Fotogrametri, kita dapat mencari lokasi terbaik untuk membangun suatu sistem PLTMH. Proses analisis lokasi berdasar bentuk topografi, DAS, Tutupan dan penggunaan lahan dapat dilakukan secara digital tanpa perlu pengukuran langsung dilapangan. Proses tersebut menghasilkan beberapa pilihan lokasi PLTMH yang optimal. Proses selanjutnya adalah mengintegrasikan data lain dalam proses pemilihan dan perencanaan PLTMH.


Pada gambar diatas merupakan salah satu pipa air yang digunakan dalam system pembangkit listrik tenaga air yang dibangun dengan sangat baik oleh pemerintah colonial Belanda, khususnya analisis rekayasa topografi sepanjang jalur pipa sehingga sistem pembangkit tersebut bias tetap digunakan hingga sekarang.


 
 
 

Comments


Featured Posts
Check back soon
Once posts are published, you’ll see them here.
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
bottom of page