3d Modeling situs Arkeologi dengan Fotogrametri
- Mar 15, 2017
- 1 min read


Arkeologi merupakan salah satu kajian yang dalam aplikasi teknisnya bias dibantu melalui kajian ilmu fotogrametri. Fotogrametri jarak dekat (non pemetaan) mampu menghasilkan data digital 3D dari sebuah obyek yang dikaji arkeolog. Fotogrametri dapat membantu arkeolog mengkaji objek-objek arkeologi tanpa perlu bersentuhan langsung dengan objek tersebut.
Pada gambar diatas ditunjukan foto mosaic dan 3d model dari salah satu situs purbakala di daerah Kalipagu, Kecamatan Baturaden, Banyumas. Beberapa pihak menyebutnya sebagai situs Punden, namun sampai saat ini belum diklarifikasi langsung pada ahli atau pihak yang berwenang dan megetahui situs apa yang sebenarnya. Namun, diluar mengenai asal-usul situs yang ada pada gambar, artikel ini bermaksud mensoroti fotogrametri ketika digunakan untuk membantu kajian arkeologi.
Hasil 3d model pada gambar diatas merupakan hasil pengambilan team Postout –Project dan diolah dengan peralatan yang sangat sederhana. Gambar diambil dengan kamera prosumer biasa kemudian ukuran geometris diukur menggunakan meteran. Titik kontrol pada gambar ditandai dengan kertas putih yang diberi tanda titik dan lingkaran, kemudian diukur dengan metode pengukuran trilaterasi . Trilaterasi merupakan pengukuran koordinat jaringan titik dengan mengukur jarak tiap sisi dari jaringan segitiga yang dibentuk dari semua titik kontrol yang diukur. (baca pada referensi ilmu ukur tanah).
Melalui metode yang sederhana seperti ini hasil 3d modeling dari objek purbakala yang dihasilkan mencapai :
a. resolusi model 3d sebesar 2 mm
b. RMse ukuran sebesar 1 mm.




















Comments