top of page

Fotogrametri Konvensional hingga Modern

  • Mar 2, 2017
  • 2 min read

Fotogrametri sebagai metode menawarkan solusi akan kebutuhan data spasial pada area yang luas dan sulit dijangkau. Perkembangan teknologi mempengaruhi penyempurnaan metode akuisisi data dengan konsep Fotogrametri. Ditemukannya data digital, foto digital, hingga kamera digital merupakan sebuah langkah besar yang membuka pintu kemajuan metode fotogrametri. Solusi kebutuhan data spasial yang ditawarkan tidak lagi hanya jangkauan akuisisi area yang luas dan sulit dijangkau, tetapi juga berkembang kearah kecepatan pemrosesan data (data digital).

Konvensional fotogrametri mengandalkan penggunaan kamera metric dengan foto analog (film). Pada tahap ini konsep fotogrametri baik aerial maupun terrestrial berkembang pada ranah internal metodologi dan pemecahan solusi melalui hitungan matematis. Berbagai alat yang diperuntukan menunjang metode fotogrametri dibuat dengan menguatkan spesifikasi ukuran, posisi, dan bahan fisik dari alat tersebut. Semua perkembangan dalam ranah fotogramteri dari segi metode, alat, standart procedural, maupun wahana terfokus pada menjawab kebutuhan metode itu sendiri secara matematis.

Bisa disebut masa ini adalah masa perkembangan fotogrametri yang terpusat pada kaidah ilmu fotogrametri itu sendiri. Masa perkembangan internal ini memunculkan standard an spesifikasi dari berbagai aspek penunjang yang tinggi baik segi prosedur, alat, wahana, kamera, dsb. Kamera metric dan kamera dengan standar medium format seolah diharuskan dalam setiap pekerjaan fotogrametri. Kerumitan proses dan tuntutan internal yang tinggi menjadikan fotogrametri tidak banyak menjangkau bermacam-macam aplikasi dan keperluan.

Foto digital merubah fotogrametri secara drastis, termasuk fokus pengembangan secara metode maupun aplikasi yang disolusikan. Pada masa modern ini istilah mendasar seperti triangulasi foto, rektifikasi, resampling, stereo foto tergantikan oleh istilah umum seperti georeferens, overlap foto, align foto, pointcloud, dsb. Hal ini tidaklah inti masalah, tetapi mengaburkan kaidah dasar dari fotogrametri. Tidak masalah dengan munculnya berbagai wahana tanpa awak (drone), berbagai spesifikasi kamera digital, dan berbagai metode pengukuran titik control (termasuk GPS handheld).

Masalah yang dihadapi fotogrametri modern adalah bukan terletak pada aplikasi mana yang akan ditawarkan solusinya, tetapi metode ini sangat mudah ditawarkan. Banyak pihak yang mampu mengaplikasikannya selama mendonwload softwarenya, memiliki personal desktop/laptop, dan memiliki kamera (sekalipun kamera handphone) bisa mengaplikasikannya. Bahkan karena begitu mudahnya istilah fotogrametri pun semakin jarang didengar sekalipun metodenya dilakukan tanpa sadar. Seringkali kaidah yang telah dibangun sebelumnya (masa awal Fotogrametri) diabaikan.

Fotogrametri modern menawarkan solusi yang cepat, mudah, biaya terangkau serta aplikasi yang sangat beragam. Akan tetapi tidak semua pengguna layanan fotogrametri hanya membutuhkan solusi semacam itu. Pada kelas tertentu, ekspektasi produk fotogrametri modern adalah hasil perkembangan di masa awal ditambah kemajuan teknologi di masa modern. Kelas tersebut menuntut dan berekspektasi bahwa fotogrametri modern tidak hanya cepat, murah dan terjangkau, lebih dari itu mereka menuntut hasil yang mendekati kehandalan survey terestris dengan jumlah alat dan personil yang jauh lebih sedikit.

"Apakah kedepan fotogrametri mampu menjawab tantangan tersebut?"

"Sudahkah para penyedia layanan fotogrametri (khususnya keperluan spasial) memberi ruang development pada perkembangan ke arah tersebut?"

Hanya ada satu kepastian bahwa fotogrametri modern masih sangat muda dan masih banyak celah yang mesti diperbaiki. Bukan berarti tidak menggunakannya karena ketidaksempurnaanya, tetapi penggunaan metode ini seharusnya memicu perkembangan kea rah yang semakin lebih baik lagi.


 
 
 

Comments


Featured Posts
Check back soon
Once posts are published, you’ll see them here.
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
bottom of page